Pengamat: Kemajuan Iptek Dorong Meningkatnya Pornografi

Kompas.com - 12/10/2009, 08:10 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Pengamat masalah keluarga dan perempuan di Jayapura, Yuliana Langowuyo, menilai, globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang informasi dan komunikasi yang menyajikan gambar dan berita berbau porno menyebabkan tingkat pornografi di Indonesia meningkat.

Yuliana mengatakan, di Jayapura, Senin (12/10), banyaknya tayangan berbau pornografi yang dengan mudah diakses melalui berbagai cara, seperti ponsel, situs internet, dan majalah, telah memberikan dampak buruk bagi perkembangan moral dan kepribadian anak bangsa.

"Ini sangat mengancam kehidupan dan tatanan sosial, terutama moral bangsa Indonesia ," katanya.

Yuliana mengemukakan, untuk mencegah timbulnya dampak negatif yang pada gilirannya merusak moral, disahkan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi pada November tahun 2008. Namun, kenyataan di lapangan menunjukan, masih adanya pro dan kontra di masyarakat terhadap substansial yang terkandung dalam UU tersebut.

"Oleh sebab itu, sosialisasi UU Pornografi di Jayapura sangat tepat untuk diketahui semua kalangan masyarakat," ujarnya.

Menurut Yuliana, sosialisasi UU Pornografi penting supaya semua masyarakat Papua memahami bahwa masalah pornografi telah diatur secara kompherensif dalam sebuah UU guna mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai moral.

"Dalam UU ini diatur juga tentang larangan dan batasan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat, di samping memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pencegahan terhadap penyebarluasan pornografi," katanya.

Yuliana berpendapat, pendidikan masalah pornografi ini seharusnya menjadi bagian tidak terpisahkan dari pendidikan anak dalam rangka membentuk kepribadian yang berkarakter tangguh dan bermoral.

Untuk itu, Yuliana mengingatkan kepada para orangtua agar menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka.

"Hal ini juga harus secara sinergi melibatkan orangtua, sekolah, masyarakat, dan negara," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau